Arkib bagi Hari 10 Ogos 2007

HAKEKAT MUHAMMAD DAN WIHDATUL WUJUD

Mustahil bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud oleh orang tasawwuf dengan ucapan mereka tentang “Hakikat Muhammadiy­yah” atau “Nur Muhammad”, kecuali dengan mengetahui aqidah mere­ka. Teori tasawwuf falsafi pada abad ke tiga belas Masehi telah sampai pada pendapat bahwa Allah ialah wujud yang berdiri ini, yang diperbarui, yang berubah, maka Dia yaitu langit, bumi, arsy, kursi, malaikat, manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Dan dia itu lah yang azali dan abadi. Baca lagi »

Menolak Hadits Shahih tapi Menjajakan Tasawwuf

Sekarang ini banyak lembaga yang menjajakan paket-paket kajian ini itu yang seolah untuk memberikan bimbingan keislaman namun sebenarnya belum tentu merujuk kepada Islam yang benar.

Gatra edisi 31 Januari 1998 menurunkan laporan khusus sekitar kecenderungan bertasawuf di beberapa kalangan di antaranya sebagian pejabat atau ibu-ibu pejabat. Juga komentar-komentar mengenai tasawuf dari beberapa tokoh, serta adanya lembaga-lembaga yang menjajakan kajian tasawuf. Baca lagi »

Kasyf, Khurafat dari Shufi – 2

Selanjutnya, Ibnu Taimiyah seperti dikutip Al-Qardhawi mene­gaskan: Dan Allah swt tidak memerintahkan kepada kita untuk merujuk (kembali) kepada hati-hati kita, atau perasaan batin kita (dzauq), atau kepada lintasan-lintasan hati kita, serta perkara gaib yang tersingkap bagi kita. Karena sesuatu yang berasal dari hal demikian itu tidak ada jaminan suci dari kesalahan baginya, karena suatu saat bisa benar dan pada saat yang lain bisa salah. Baca lagi »

Kasyf, Khurafat dari Shufi – 1

Tingkatan atau derajat tinggi yang diklaim oleh orang shufi ada pula yang mereka namakan kasyf (tersingkapnya tabir).

Kasyf, menurut kaum shufi adalah melihat hal yang ghaib dan menyaksikannya dengan tegas. Dengan demikian mereka mengaku atau meyakini, kalau sampai pada derajat kasyf itu maka mereka dapat mengetahui hal-hal yang gelap, rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan memecahkan segala soal-soal yang pelik. (lihat HSA Al-Hamda­ni, Sanggahan terhadap Tashawuf dan Ahli Sufi, PT Al-Ma’arif Bandung, cet. kedua, 1972, hal. 16). Baca lagi »