<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Media Muslim Melayu</title>
	<atom:link href="http://moslemmelayu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moslemmelayu.wordpress.com</link>
	<description>Laman Online Muslim Melayu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Aug 2007 09:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>ms</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='moslemmelayu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Media Muslim Melayu</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://moslemmelayu.wordpress.com/osd.xml" title="Media Muslim Melayu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://moslemmelayu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TARIKAT</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/12/tarikat/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/12/tarikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 09:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/12/tarikat/</guid>
		<description><![CDATA[Tarikat atau tarekat berasal dari lafal Arab thariqah artinya jalan. Kemudian mereka maksudkan sebagai jalan menuju Tuhan; Ilmu batin, Tasawuf. Perkataan Tarikat (&#8220;jalan&#8221; bertasawuf yang bersifat praktis) lebih dikenal ketimbang tasawuf, khususnya dalam kalangan para pengikut awam yang merupakan bagian terbesar. Tarikat tidak membicarakan filsafat tasawuf, tetapi merupakan amalan (tasawuf) atau prakarsanya. Pengalaman tarikat merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=141&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="center"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat atau tarekat berasal dari lafal  Arab thariqah artinya jalan. Kemudian mereka maksudkan sebagai jalan menuju  Tuhan; Ilmu batin, Tasawuf.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Perkataan  Tarikat (&#8220;jalan&#8221; bertasawuf yang bersifat praktis) lebih dikenal ketimbang  tasawuf, khususnya dalam kalangan para pengikut awam yang merupakan bagian  terbesar.</font><span id="more-141"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat  tidak membicarakan filsafat tasawuf, tetapi merupakan amalan (tasawuf) atau  prakarsanya. Pengalaman tarikat merupakan suatu kepatuhan secara ketat kepada  peraturan-peraturan syariat Islam dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, baik  yang bersi­fat ritual maupun sosial, yaitu dengan menjalankan praktek-prak­tek  dan mengerjakan amalan yang bersifat sunat, baik sebelum </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">maupun sesudah sholat wajib, dan mempratekkan  riyadah. Para kyai menganggap dirinya sebagai ahli tarikat. (Leksikon Islam,  Pustaka Azet Perkasa Jakarta 1988, II, hal 707).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Selanjutnya, tentang tarikat ini kami kutip dari buku tersebut (leksikon  Islam), karena sudah dirangkum dengan kondisi Indonesia sehingga mudah dicerna.  Setelah itu baru kami ambilkan komentar tentang tarikat dari berbagai sumber  lain. Sehingga pembeberan tarikat yang kami kutip berikut ini merupakan bahan  yang akan dikomentari sesudahnya. </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dalam  tradisi pesantren terdapat dua bentuk tarikat: (1) yang dipratekkan menurut  cara-cara yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tarikat, (2) yang  dipratekkan menurut cara di luar ketentuan organisasi-organisasi  tarikat.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tidak  semua organisasi tarikat menganut sistem kepercayaan dan praktek keagamaan yang  sama. Terdapat dua kelompok (a) yang sepenuhnya sejalan dengan ajaran-ajaran  Al-Qur`an dan hadis; (b) yang tidak memiliki kaitan yang cukup kuat dengan  Al-Qur`an dan hadis.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Berikut  ini ada beberapa tarikat-tarikat yang menerangkan nama pendirinya, wafat  pendirinya, tempat tarikatnya, pengaruhnya, asal-usulnya dan  keterangan-keterangan yang perlu.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Haddadiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  didirikan oleh Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang wafat 1095M di Yaman.  Banyak orang yang takut ikut tarikat­nya berhubung ratibnya yang terkenal, Ratib  Al-Haddad, dipercayai sebagai doa selamat yang bermantera. Pengaruhnya tak hanya  di Aceh, tapi hampir di seluruh negara Indonesia.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Khalwatiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  diprogandakan dalam abad-18 oleh Syaikh Mustafa Al-Bakri di Mesir dan Suriah.  Salah seorang tokoh tarikat ini ialah Ahmad At-Tijani yang berasal dari  Aljazair.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Maulawiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  didirikan oleh Maulwi Jalaluddin Ar-Rumi, meninggal dunia di Anatoila, Turki.  Zikirnya disertai tarian mistik dengan cara keadaan tak sadar, agar dapat  bersatu dengan Tuhan. Penga­nut-penganutnya bersifat pengasih dan tidak  mengharapkan kepen­tingan diri sendiri, serta hidup sederahana menjadi teladan  bagi orang lain.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS"> Mu`tabarah  Nahdliyin<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Para kyai pada  tanggal 10 Oktober 1957 mendirikan suatu badan federasi bernama Pucuk Pimpinan  Jam`iyah Ahli Tariqah Mu`tabarah, sebagai tindak lanjut keputusan Muktamar N.U.  (nahdlatul Ulama) 1957 di Magelang. Belakangan dalam Muktamar N.U. 1979 di  Semarang ditambahkan kata Nahdliyin, untuk menegaskan bahwa badan ini tetap  berafiliasi kepada NU. Sejak berdirinya pimpinan tert­inggi badan ini ialah para  kyai ternama dari pesantren-pesantren besar.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dalam  anggaran dasarnya dinyatakan bahwa badan ini bertujuan:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">(1)  meningkatkan pengamalan syariat Islam di kalangan masyarakat;<br />
(2) mempertebal  kesetiaan masyarakat kepada ajaran-ajaran dari salah satu Mazhab yang empat;  dan<br />
(3) menganjurkan para anggota agar meningkatkan amalan-amalan Ibadah dan  Muamalah, sesuai dengan yang dicontohkan para ulama salihin.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pasal 4  menyatakan bahwa badan ini akan tetap setia kepada paham Ahlussunnah  wal-Jama`ah.<br />
</font><font face="Arial Unicode MS" size="2">Alasan utama  mendirikan badan federasi ini adalah:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">(1) untuk  membimbing organisasi-organisasi tarikat yang dinilai belum mengajarkan  amalan-amalan yang sesuai dengan Al-Qur`an dan hadis;<br />
(2)  untuk mengawasi  organisasi-organisasi tarikat agar tidak menyalahgunakan pengaruhnya untuk  kepentingan yang tidak dibenar kan oleh ajaran-ajaran agama.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Naqsyabandiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat ini  mula-mula didirikan di Turkestan oleh Bahiruddin Naqsyabandi (sumber lain  menyebutkan, Muhammad bin Muhammad Bahauddin al-Bukhari 1317-1389M, bukan Imam  Al-Bukhari perawi Hadits, pen) dan di Indonesia termasuk tarikat yang paling  ber­pengaruh. Pimpinannya, Sulaiman Effendi, mempunyai markas besar yang  terletak di kaki gunung Abu Qubbais di pnggiran kota Makkah.  Pengikut-pengikutnya kebanyakan dari Turki dan wilayah-wilayah </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">Hindia Belanda dulu, serta di bekas jajahan  Inggris di daerah Melayu.<br />
Pada umumnya tarikat ini paling banyak pengikutnya  di Jawa sejak abad ke-19 sampai saat ini.<br />
Tarikat ini adalah tarikat terbesar  di dunia, juga di Indonesia, dan dianggap paling terawat baik. Ada seleksi untuk  jadi pengi­kutnya. Markasnya di Jawa ada di Jombang, Semarang, Sukabumi, Labuhan  Haji (Aceh) di pesantren Syaikh Waly, Khalidi.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Qadiriah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Asal mulanya di  Bagdad, dan dipandang paling tua. Pendirinya ialah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani  (1077-1166M). Mula-mula ia seorang ahli bahasa dan ahli Fiqih dari mazhab  Hambali. Tulisannya pada umumnya berdasarkan ajaran Ahlus-Sunnah wal-Jama`ah.  Ada sejumlah bukunya yang ditulis oleh murid-muridnya yang menceritakan  kesaktiannya.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pelajaran  Tarikat Qadiriah tidak jauh berbeda dari pelajaran Islam umum. Hanya saja  tarikat ini mementingkan kasih sayang terhadap semua makhluk, rendah hati dan  menjauhi fanatisme dalam keagamaan maupun politik. Keistimewaan tarikatnya ialah  zikir dengan menyebut-nyebut nama Tuhan.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kaum  Qadiriah terlalu menyamakan Tuhan dengan manusia. Paham Qadiriah pada hakikatnya  adalah sebagian dari faham Mu`tazilah, karena imam-imamnya orang mu`tazilah.  (Apa yang ditulis di Leksikon Islam ini, agaknya rancu dengan aliran Qada­riyah,  yaitu aliran yang menganggap bahwa manusia ini bebas dan berkuasa penuh untuk  menentukan dirinya, tidak ada campur tangan Tuhan, lawan dari aliran Jabbariyah  yang menganggap manusia hanya bagai wayang yang seluruhnya dijalankan oleh  dalang, semuanya digerakkan oleh Tuhan tanpa ada upaya manusia, pen.  Selanjutnya, Leksikon Islam itu menulis:) </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ada  anggapan membaca Manaqib Syaikh Abdul Qadir Jilani pada tanggal 10 malam tiap  bulan bisa melepaskan kemiskinan. Karena itu manaqibnya populer, baik di Jawa  maupun Sumatra. (Ini jelas bid&#8217;ah dan sesat, lihat Sorotan terhadap Kissah  Maulid, Nisfu Sya&#8217;ban, Manakib Syaikh AK Jailany oleh HSAAl-Hamdany,  Pekalon­gan, 1971, dan Kitab Manakib Syekh AbdulQadir Jaelani Merusak Aqidah  Islam oleh Drs Imron AM, Yayasan Al-Muslimun Bangil Jatim, cetakan keenam,  1411H/ 1990, pen).<br />
Kadang kala tarikat ini digabung dengan Naqsyabandiah  menjadi Tarikat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Seperti halnya di Suryalaya  (Tasikmalaya Jawa Barat, dipimpin Abah Anom, yang sering dikun­jungi Harun  Nasution, pen) dan Jombang (Jawa Timur, daerah kelah­iran Presiden Gus Dur,  pen).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS"> Qadiriah  Naqsyabandiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Gabungan ajaran  dua tarikat, yaitu Tarikat Qadiriah dan Tarikat Naqsyabandiah. Pendirinya Syaikh  Khatib Sambas. Tarikat ini merupakan sarana yang sangat penting bagi penyebaran  agama Islam di Indonesia dan Malaya dari pusatnya di Makkah antara pertenga­han  abad ke-19 sampai dengan perempat pertama abad ke-20.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Rifa&#8217;iah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Didirikan oleh  Syaikh Ahmad bin Ali-Abul Abbas (wafat 578H/1183M). Syaikh Ahmad, yang konon  guru Syaikh Abdul Qadir Jilani, begitu asyik berzikir hingga tubuhnya terangkat  ke atas, ke angkasa. Tangannya menepuk-nepuk dadanya. Kemudian Allah  memerintahkan kepada bidadari untuk memberinya rebana di dadanya, daripada  menepuk-nepuk dada.<br />
Tapi Syaikh Ahmad tidak ingat apa-apa; begitu khusuknya,  sehingga ia tak mendengar suara rebananya yang nyaring itu. Padahal selu­ruh  dunia mendengar suara rebana itu.<br />
</font><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat ini agak fanatik dan anggotanya dapat melakukan hal-hal yang  ajaib, misalnya makan pecahan kaca, berjalan di atas api, dan sebagainya.  Rifa`iah,  yang memang merinci tarikatnya dengan rebana, di Aceh dulu pernah  berkembang besar dan disebut Rapa&#8217;i sudah sulit mencarinya yang asli, yang masih  berpegang teguh pada ajaran.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Samaniah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang dikenal  di Jawa Barat dan Aceh, didirikan oleh Syaikh Muhammad Saman Dari Madinah, Arab  Saudi, yang wafat tahun 1702 M. Manaqib (riwayat hidup) Syaikh Saman banyak  dibaca orang yang mengharap berkah. Manaqib itu ditulis oleh Syaikh Siddiq  Al-Madani, murid beliau.<br />
Di situ tertulis: &#8220;barang siapa berziarah ke makam  Rasullah tanpa meminta izin kepada Syaikh Saman ziarahnya sia-sia.&#8221; (Ini contoh  kebatilan yang nyata, pen).<br />
Juga disebutkan: &#8220;Siapa yang menyeru nama Syaikh  tiga kali, hilang kesedihannya. Siapa yang makan-makanannya masuk surga. Siapa  yang berziarah ke makamnya serta membaca doa-doa untuknya, diampuni dosanya.&#8221;  (ini benar-benar mengada-ada atas nama agama, na&#8217;udzubillahi min dzaalik, pen).  Tarikat Saman sekarang menjadi tari Seudati di Aceh. Zikir Saman mulanya hampir  sama dengan zikir-zikir yang lain. Namun kemudian berkembang menjadi zikir yang  ekstrim.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Sanusiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  didirikan oleh Syaikh Muhammad bin Ali As-Sanusi, tahun 1837, di Aljazair,  meninggal dunia tahun 1957. Pusat tari­kat ini di Libia.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Siddiqiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Asal-usul tarikat  ini tidak begitu jelas, dan tidak terdapat di negara-negara lain. Muncul dan  berkembang di Jombang, Jawa Timur, dimulai oleh kegiatan Kiyai Mukhtar Mukti  yang mendirikan tarikat ini tahun 1953.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Syattariah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  dibangun oleh Syaikh Abdullah Syattari di India. Tarikat ini di Jawa masih ada,  misalnya di sekitar Madiun. Di Aceh dulu mengalami puncaknya di zaman Sultanah  (Ratu) Safiatud­din. Tarikat ini dibawa oleh Syaikh Abdurra&#8217;uf Sinkil yang  kemudian bergelar Syiah Kuala.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Syaziliah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  didirikan oleh Ali As-Syazili, terdapat di Afrika Utara, dan Arab, juga  Indonesia, walaupun tidak luas tersebarnya dan pengaruhnya relatif  kecil.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Tijaniah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang  didirikan oleh Ahmad At-Tijani. Tarikat ini dengan cepat meluas di Afrika Barat  dan di negara-negara lain, antaranya Indonesia. Di Afrika tarikat ini telah  banyak yang mengislamkan orang-orang Negro. (Ahmad At-Tijani ini mengaku dirinya  adalah al-qothbul maktum yang menjadi perantara/ penengah antara semua anbiya&#8217;  (para nabi) dan auliya&#8217; (para wali). Lihat Ilat Tashawwuf ya &#8216;Ibadallah oleh Abu  Bakar Jabir Al-Jazairi, Jam&#8217;iyyah Ihyait Turats al-Islami, hal 42, pen).  </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Tarikat</font><font face="Arial Unicode MS">  Wahidiah<br />
</font></strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tarikat yang ini  didirikan oleh Kyai Majid Ma`ruf di Kedonglo, Kediri (Jawa Timur), 1963.  Teoritis tarikat ini terbuka sifatnya, karena orang tidak usah mengucapkan  sumpah untuk menjadi anggota: siapa saja yang mengamalkan zikir salawat wahidiah  sudah dianggap sebagai anggota.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Motivasi  mendirikan tarikat ini adalah meningkatkan ketaatan orang Islam kepada  perintah-perintah agama. Pendirinya menganggap masyarakat Jawa dewasa ini  mengalami kekosongan agama dan keji­waan. Itulah sebabnya ia mengajak masyarakat  Islam agar mening­katkan ketakwaannya kepada Tuhan dengan setiap kali  mengucapkan zikir &#8220;fafirruu ilallaah&#8221;, artinya: &#8220;marilah kita kembali ke jalan  Allah.&#8221;</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Begitulah  beberapa tarikat dari buku Leksikon Islam 2.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="4">Bantahan</font><font face="Arial Unicode MS" size="4"> terhadap  Tarikat</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ulama dan  ilmuwan Indonesia yang gigih meluruskan bahkan membantah keras tentang tarekat  di antaranya HSA Al-Hamdani dari Pekalongan Jawa Tengah dengan bukunya Bantahan  Singkat terhadap Kelantjangan Pembela Tashawuf dan Tarekat, 1972;  Sorotan-sorotan terhadap Kitab-kitab Wirid -Dzikir- Hizb Doa dan Sholawat; juga  Sanggahan terhadap Tashawuf dan Ahli Shufi dan Sorotan terhadap Kissah Maulid,  Nishfu Sya&#8217;ban, manakib Sjaich AK Djailany. Sang­gahan lain juga ditulis oleh  Drs Yunasril Ali, dengan judul Membersihkan Tashawwuf dari Syirik, Bid&#8217;ah, dan  Khurafat. Sedang Abdul Qadir Jaelani da&#8217;i dari Bogor Jawa Barat menulis bantahan  dengan judul Koreksi terhadap Tasawuf. Juga bantahan-batahan yang ditulis dalam  tanya jawab, misalnya oleh Ustadz Umar Hubeis dalam kitabnya, Fatawa  dll.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Berikut  ini kami kutip sebagian bantahan Drs Yunasril Ali, kemudian HSA Al-Hamdany.  Sedang bantahan dari kitab-kitab Arab banyak pula, namun karena masalah tarekat  ini orang Indonesia juga ikut-ikut mendirikannya (menciptakannya) bahkan  mengorgani­sasikannya, maka kami kemukakan bantahan dari ulama dan ilmuwan  Indonesia.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Drs  Yunasril Ali dalam bukunya Membersihkan Tashawwuf dari Syirik, Bid&#8217;ah, dan  Khurafat menjelaskan, masing-masing tarekat itu merumuskan amalan-amalannya  sendiri-sendiri, sehingga antara satu dengan yang lain saling berbeda cara  amaliahnya. Namun demikian amaliah yang berbeda-beda itu semuanya mereka  nisbahkan kepada dua sahabat besar: Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Shid­diq.  Entah mana yang benar di antara tarekat-tarekat itu yang berasal dari Ali dan  Abu Bakar, wallahu a&#8217;lam.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dasar  mereka mendirikan tarekat ialah:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2"><strong>1</strong>.  Firman Allah SWT:<br />
Artinya: &#8220;<font color="#000080">Dan bahwasanya jikalau mereka  tetap berjalan lurus di atas jalan itu, benar-benar Kami akan memberi minum  mereka dengan air yang segar. &#8221; <strong>(QS Al-Jinn/ 72:16).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2"><strong>2</strong>.   Firman Allah SWT:<br />
Artinya: &#8220;<font color="#000080">Maka barangsiapa yang ingin  berjumpa dengan Allah, hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia  memperseku­tukan siapa pun dalam beribadah kepada Tuhan.&#8221; <strong>(QS Al-Kahfi/  18:110).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2"><strong>3</strong>.  Hadits:<br />
</font><font color="#000080" face="Arial Unicode MS" size="2">Qoola  &#8216;Aliyyubnu Abii Thoolib: Qultu: Yaa Rasuulallaah, ayyut thoriiqoti aqrobu  ilallooh? Faqoola Rasuulullaahi SAW: Dzikrul­loohi. </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Artinya:  <font color="#000080">Ali bin Abi Thalib berkata: saya bertanya: Ya Rasulal­lah,  &#8220;Manakah tarekat yang sedekat-dekatnya mencapai Tuhan? Maka Rasulullah SAW  menjawab, &#8220;dzikir kepada Allah.&#8221;</font> (Dr Mustafazahri, Kunci Memahami  Tasawwuf, halaman 87, seperti dikutip Drs Yunasril Ali halaman 54).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Koreksi  (dari Drs Yunasril Ali): Di dalam Al-Quran didapati kata &#8220;thariqah&#8221; dan  musytaqnya  (pecahan kata yang berasal darinya) di sembilan tempat  yaitu:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">1. firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Mereka berkata: hai kaum kami,  sesungguhnya kami men­dengar kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah  Musa, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada  kebenaran dan kepada jalan yang lurus.&#8221; <strong>(QS Al-Ahqaaf/  46:30).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">2. Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang kafir  dan melakukan kedhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa-dosa)  mereka dan tidaklah akan menunjukkan jalan kepada mereka.&#8221; <strong>(QS An-Nisaa/  4:168).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">3.  Firman  Allah SWT (sambungan ayat no.2):<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Kecuali jalan  ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian  itu adalah mudah bagi Allah&#8221;. <strong>(QS An-Nisaa&#8217;/ 4:169).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">4. Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Kami lebih mengetahui apa yang  mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara  mereka!&#8221; Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan sehari saja.&#8221; <strong>(QS Thaha/  20:104).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">5. Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan  kepada Musa: &#8220;Pergilah kamu dengan hamba-hambaKu (Bani Israel) di malam hari,  maka bikinlah untuk mereka </font></font><font color="#000080"><span style="font-family:Arial Unicode MS;"><font size="2">[1]</font></span><font face="Arial Unicode MS" size="2">jalan</font><span style="font-family:Arial Unicode MS;"><font size="2">[1]</font></span><font face="Arial Unicode MS" size="2"> yang kering di laut itu, kamu tidak usah  khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).&#8221; <strong>(QS Thah/  20:77).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">6.  Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya dua  orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri  kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama.&#8221; <strong>(QS  Thaha/ 20:63).    </strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">7. Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Dan bahwasanya jikalau mereka tetap  berjalan lurus di atas jalan itu benar-benar Kami akan memberi minum mereka  dengan air yang segar.&#8221; <strong>(QS Al-Jinn/ 72:16). </strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">8. Firman  Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Dan sesungguhnya Kami telah  menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh langit); dan Kami tidaklah  lengah terha­dap ciptaan (Kami)&#8221;. <strong>(QS Al-Mu&#8217;minuun/  23:17).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">9. Dan  Firman Allah SWT:<br />
Artinya: <font color="#000080">&#8220;Dan sesungguhnya di antara  Kami ada orang-orang yang shalih dan di antara Kami ada pula orang yang tidak  demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.&#8221; <strong>(QS Al-Jinn/  72:11).  </strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Demikianlah penulis kutip di sini 9 buah kata &#8220;thariqah&#8221; dan musytaqnya  yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran. Tidak satupun yang menunjukkan kepada  tarekat yang dipropagandakan oleh penga­nutnya, yang mereka berdzikir tanpa  sadar diri dan tidak pula ingat kepada Tuhan lagi.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Untuk  lebih jelas, penulis kemukakan arti thoriqoh dalam ayat-ayat di atas dengan  mengutipnya dari tafsir-tafsir yang mu&#8217;tabar, sebagai berikut: </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">1. Kata  &#8220;thariqin&#8221; dalam surat al-Ahqaf ayat 30 artinya ialah &#8220;Agama Islam&#8221; (Al-Qasimy,  Tafsir Mahasinut Ta&#8217;wil, juz XV hal. 94).<br />
2. Kata &#8220;thariqon&#8221; dalam surat  An-Nisaa&#8217; ayat 168 artinya ialah &#8220;satu jalan dari jalan-jalan menuju jahannam&#8221;.  (Al-Jalalain, Tafsir Al-Quranil Kariem, juz I, hal. 94).<br />
3. Kata &#8220;thoriqo  jahannam&#8221; dalam Surat An-Nisaa&#8217; ayat 169 artinya ialah &#8220;jalan yang menyampaikan  orang menuju jahannam&#8221;. (ibid).<br />
4. Kata &#8220;thoriqoh&#8221; dalam Surat Thaha ayat 104  artinya ialah &#8220;jalan&#8221; (ibid, juz II, hal 26). Ada pula ahli tafsir yang  mengatakan &#8220;jalan yang lurus&#8221; di sini ialah orang yang agak lurus pikirannya  atau amalnya di antara orang-orang yang berdosa itu.</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">(Departemen Agama  RI, Al-Quran dan Terjemahnya, note hal. 488).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">5. Kata  &#8220;thoriqon&#8221; dalam S Thaha ayat 77 berarti &#8220;Allah menger­ingkan bumi sebagai jalan  bagi Musa dan kaumnya.&#8221; (Al-Jalalain, opcit, juz II, hal. 24).<br />
6. Kata  &#8220;thoriqoh&#8221; dalam S Thaha ayat 63 ada yang mengartikannya dengan &#8220;keyakinan  (agama)&#8221; (Departemen Agama RI, Opcit, hal. 482). Dan ada pula yang  menafsirkannya dengan &#8220;Bani Israel&#8221;. (Az-Zamakhsyary, Tafsir Al-Kassyaf, Jilid  II, hal. 543).<br />
7. Kata &#8220;thoriqoh&#8221; dalam S Al-Jinn ayat 16 artinya &#8220;jalan  kebena­ran dan keadilan&#8221;. (Al-Qasimi, Tafsir Mahasinut Ta&#8217;wil, juz XVI, hal.  5950).<br />
8. Kata &#8220;thoroiq&#8221; dalam surat al-Mu&#8217;minun ayat 17 artinya &#8220;lan­git&#8221;,  thoroiq kata jama&#8217; dari thoriqoh, karena dia adalah jalan-jalan malaikat.&#8221;  (Al-Jalalain, opcit, juz II, hal. 45).<br />
9. Kata &#8220;thoroiq&#8221; dalam S Al-Jinn ayat  11 artinya &#8220;Golongan yang berbeda pendapat di kalangan muslimin dan kafir.&#8221;  (ibid, hal. 240).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Inilah  artinya kata &#8220;thoriqoh&#8221; dan musytaqnya yang ada dalam Al-Quran. Tidak satupun  dari kata-kata itu yang menunjukkan metode ibadah dalam tasawwuf. Memang ada  thoriqoh yang berarti golongan-golongan di kalangan kaum muslimin, tetapi  maksudnya ialah golongan yang berbeda pendapat dalam menafsirkan Al-Quran dan  Al-Hadits. Bukan golongan yang membuat-buat tarekat tertentu yang dihasilkan  oleh renungan guru.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kalaulah  benar bahwa yang dimaskud dengan tariqat di dalam ayat-ayat itu ialah penjelasan  dari Al-Quran dan As-Sunnah yang secara langsung dituntunkan dan dipraktekkan  oleh seorang guru kepada muridnya, seperti menuntun bagaimana cara berdiri betul  dalam shalat, bagaimana cara takbir, ruku&#8217;, sujud, duduk antara dua sujud, duduk  tahiyyat, cara membaca bacaan-bacan shalat, dan lain-lain; sesuai dengan cara  yang ditentukan oleh Rasul SAW. kepada para shahabatnya, maka tarekat seperti  ini dapat penulis terima, karena tarekat ini adalah sebahagian dari as-sunnah,  yang disebut dengan sunnah fi&#8217;liyah. Jadi tarekat dalam pengertian seperti ini  termasuk sunnah. Dan memang tarekat (sunnah fi&#8217;liyah) yang seperti inilah yang  disuruh dalam mengajarkan agama. Rasu­lullah SAW pernah membimbing seorang Badwi  dalam pelaksanaan shalat, karena orang Badwi tersebut belum tepat cara ia  melaksa­nakan shalat. (Lihat Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, al-Muharrar, hal.  42).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Adapun  membuat-buat ibadah dengan cara baru, lantas dinamakan tarekat, ini bid&#8217;ah.  Contohnya ialah seperti mengadakan dzikir lisan, dzikir qolbu dan dzikir sirr;  semuanya itu tidak pernah ada diriwayatkan dari Rasul SAW. atau dari para  shahabat beliau. Jadi perbuatan ibadat seperti itu adalah bid&#8217;ah yang  dibuat-buat oleh para penganut tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah.  Padahal agama Islam, baik aqidah maupun tatacara ibadatnya sudah sempurna, tidak  usah ditambah-tambah. (Drs Yunasril Ali, Member­sihkan Tasawwuf dari Syirik,  Bid&#8217;ah, dan Khurafat, Pedoman Ilmu Jaya, Jakarta, cet. III 1992, hal.  53-59).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="4">Bantahan</font><font face="Arial Unicode MS" size="4"> terhadap tarekat  dalam polemik </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Bantahan  terhadap tarekat lainnya, bisa disimak polemik antara HSA Al-Hamdani dengan  doktor (thabib) Rohani Sjech H Djalaluddin Ketua Umum seumur hidup Pengurus  Besar PPTI di Medan.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">HSA  Al-Hamdani membantah orang yang menjadikan Surat Al-Fajr ayat 28 sebagai  landasan tarekat sebagai berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;&#8230;Anda  (Thabib-Rohani Djamaluddin) antara lain menulis: Arti </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">ma&#8217;na Tharekat pada istilah (adalah) perjalanan  rohani (nurani, </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">jiwa, hati robani)  berjalan mencari Allah. Perjalanan yang bertingkat-tingkat dari satu tingkat  demi satu tingkat, hingga ia </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">bertemu  Allah. Lihatlah QS al-Fajari ayat no. 28; maksudnya kira-</font><font face="Arial Unicode MS" size="2">kira: kembali (pergilah, berjalanlah,  bertarekatlah kepada Tuhanmu (Allah). Kemudian Anda menulis: Mengingat ayat yang  tersebut </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">merupakan amar wajib,  tentulah wajib bagi kita ber-Tharekat.&#8221;</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS" size="2">Komentar HSA Al-Hamdani ulama Al-Irsyad Pekalongan terhadap lawan  polemiknya, Thabib Djamaluddin, itu sebagai berikut:</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Semoga  Allah mengampuni dosa anda (Thabib-Rohani Djamaluddin), karena anda telah  menafsirkan ayat Tuhan semau anda sendiri! Bacalah tafsir ayat itu menurut  rangkaian ayat sebelum­nya, jangan terus mendabik dada dan berkata: Saya sudah  hafal bertahun-tahun di dalam fikiran saya di waktu saya mempertahankan tasawuf  di masa silam&#8230; dan seterusnya. Jangan anda menafsirkan se-enaknya sendiri, dan  jangan pula semau-maunya menta&#8217;wilkan arti ayat al-Quran menurut selera yang  dikehendaki nafsu anda! Sebab bisa tak keruan dan bisa runyam!<br />
Tahukah anda  bahwa ayat itu (yang anda buat dalil perintah ber­tarekat) adalah kelanjutan  daripada ayat yang sebelumnya yang berbunyi:</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2"><font color="#000080">Yaa  ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji&#8217;ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah,  fadkhulii fii &#8216;ibaadii wadkhulii jan­natii. </font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Yang  artinya: <font color="#000080">Hai jiwa yang tenang (suci). Kembalilah kepada  Tuhanmu dengan hati yang puas (karena amal-amalmu yang baik semasa hidup) lagi  diridhoinya (oleh Allah). Maka masuklah ke dalam jama&#8217;ah hamba-hambaku (yang  sholeh) dan masuklah ke dalam sorgaKu. <strong>(QS Al-Fajri).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Jelas  bahwa khitob (ajakan bicara) itu ditujukan kepada jiwa-jiwa manusia yang  sempurna imannya yang muslimin mukminin dan muttaqin pada nanti hari kiamat  kelak sebagai penghargaan Allah atas amalan mereka yang baik dan sholeh. Dan  kalau ayat itu anda katakan sebagai amar wajib bertarekat, maka wajib  bertarekatkah anda pada hari kiamat nanti untuk mencari Allah?</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">HSA  Hamdani melanjutkan tulisannya: Memang orang-orang ahli tharekat atau ahli shufi  suka lancang dalam menafsirkan ayat-ayat semaunya sendiri seperti yang anda  katakan: &#8220;Di Pakistan Barat dikatakan sulukan naksyabandi, unsurnya QS An-Nahl  no. 69, mak­sudnya kira-kira: Dan laluilah jalan (Tharekat) Allah dengan patuh.  Sedang ayat yang dimaksud artinya sebagai berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ayat 68 S  An-Nahl: Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah: Buatlah rumah di atas bukit dan  di atas pohon kayu dan pada apa-apa yang mereka jadikan atap. </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ayat 69:  Kemudian makanlah berma­cam-macam buah-buahan dan laluilah jalan Tuhanmu, dengan  mudah akan keluar dari dalam perutnya minuman (madu) yang berlain-lainan  warnanya, untuk menyembuhkan penyakit manusia. Sesungguh­nya pada yang demikian  itu menjadi keterangan (atas kekuasaan Allah) bagi kaum yang  memikirkan.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Jelas  khitob ayat itu menyatakan bahwa Allah memerintahkan kepada lebah untuk  mengikuti ilham yang diberikan oleh Allah kepadanya, sehingga lebah itu dapat  menghasilkan madu. Maka oleh anda digunakan untuk dalil tarekat? (HSA  Al-Hamdani, bantahan Singkat terhadap Kelantjangan pembela Tashawuf dan Tarekat,  </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Penerbit  HSA Al-Hamdani, Pekalongan, cetakan pertama, 1972, halaman 14-15).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pertanyaan  selanjutnya, pembaca bisa mengajukan sendiri, misalnya: Kenapa tarekat-tarekat  yang ternyata tidak ada landa­sannya dari Al-Quran maupun al-Hadits itu justru  dihidup-hidup­kan? Dan kenapa justru ada organisasi yang memayungi dengan bentuk  organisasi pula seperti tersebut di atas? Tugas para alim </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">ulama  &#8211;yang istiqomah mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah&#8211; lah untuk melanjutkan dakwah  terhadap mereka dengan hikmah dan mau­&#8217;idhah hasanah, dan kalau perlu dengan  wajadilhum, yaitu mendebat mereka dengan hujjah yang lebih baik.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=141&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/12/tarikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tasawuf Berasal dari Yunani dan asing (Mengoreksi Ajaran Tasawuf &#8211; 3)</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-berasal-dari-yunani-dan-asing/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-berasal-dari-yunani-dan-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 11:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-berasal-dari-yunani-dan-asing/</guid>
		<description><![CDATA[Kemudian cukup banyak para orientalis yang berpendapat bahwa tasawuf berasal dari tradisi pemikiran Yunani. Para orientalis yang berpendapat seperti ini lebih menaruh perhatian terhadap tasawuf yang mulai muncul pada abad ketiga Hijriah, lewat Dzun Nun al-Mishri, wafat 245H. (hal 19). Muhammad Al-Bahiy (intelektual Islam Mesir, pen) menyatakan tentang adanya intervensi (penyusupan) alam pikiran asing, seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=140&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kemudian cukup  banyak para orientalis yang berpendapat bahwa tasawuf berasal dari tradisi  pemikiran Yunani. Para orientalis yang berpendapat seperti ini lebih menaruh  perhatian terhadap tasawuf yang mulai muncul pada abad ketiga Hijriah, lewat  Dzun Nun al-Mishri, wafat 245H. (hal 19).<br />
Muhammad Al-Bahiy (intelektual  Islam Mesir, pen) menyatakan tentang adanya intervensi (penyusupan) alam pikiran  asing, seperti paganisme Mesir, agama Budha, agama Hindu, agama Zaratrusta,  ajaran Manu, Kristen, Yahudi, dan filsafat Yunani. </font><span id="more-140"></span><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dalam kaitan ini  secara khusus filsafat Yunani telah:<br />
1. Menimbulkan aliran-aliran filsafat  di antaranya:<br />
a. filsafat metafisika yang diwakili oleh Ibnu Sina di Timur  dan Ibnu Rusyd di Barat; b. filsafat alam (fisika) yang diwakili oleh Abu Bakar  ar-Razi. c. filsafat emanasi yang diwakili oleh Suhrawardi.<br />
2. Membantu  kelahiran:<br />
a. tasawuf zuhud yang diwakili oleh Abdul Haris al-Muhasibi;<br />
b. tasawuf filsafat yang diwakili oleh al-Ghazali; c. tasawuf India,  Kristen, dan neoplatonisme yang diwakili oleh Ibnu Arabi, Ibnu Sab&#8217;in, dan  al-Hallaj. (hal 23).<br />
Selanjutnya, AQ membuktikan bahwa esensi ajaran tasawuf  dan praktik-praktik amaliahnya berasal dari asing, yakni Kristen, Yunani, dan  Hindu, maka secara prinsipil bertentangan dengan Islam.<br />
Kalau Abdul Qadir  Djaelani membuktikannya dengan buku setebal 240 halaman, maka secara mudah ulama  tua KH Ghofar Isma&#8217;il (almarhum, ayah penyair dr Taufik Isma&#8217;il) dalam  ceramah-ceramah pengajian tafsirnya cukup menjelaskan pada umat, kalau ada guru  yang memberikan amalan-amalan (lafal-lafal dzikir) untuk dibaca sekian kali, itu  harus dilandasi hadits yang shohih. Bila tidak, maka perlu diragukan  kebenarannya.<br />
</font></p>
<p><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=140&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-berasal-dari-yunani-dan-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tasawuf dari Hindu (Mengoreksi Ajaran Tasawuf &#8211; 2)</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-dari-hindu-mengoreksi-ajaran-tasawuf-2/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-dari-hindu-mengoreksi-ajaran-tasawuf-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 11:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-dari-hindu-mengoreksi-ajaran-tasawuf-2/</guid>
		<description><![CDATA[AQ berkeyakinan bahwa tasawuf itu berasal dari Hindu di antaranya dengan bukti: tujuan akhir dari peribadatan dalam agama Hindu adalah bersatunya kembali antara atman (ruh atau substansi) dengan brahman (ruh alam semesta atau Tuhan). Ajaran Hindu sangat berpengaruh terhadap bangsa Yunani kuno, baik dalam bentuk mitologi, filsafat, maupun mistik. Sehingga kita ketahui bahwa Plato dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=139&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">AQ berkeyakinan bahwa tasawuf itu berasal  dari Hindu di antaranya dengan bukti: tujuan akhir dari peribadatan dalam agama  Hindu adalah bersatunya kembali antara atman (ruh atau substansi) dengan brahman  (ruh alam semesta atau Tuhan). Ajaran Hindu sangat berpengaruh terhadap bangsa  Yunani kuno, baik dalam bentuk mitologi, filsafat, maupun mistik. Sehingga kita  ketahui bahwa Plato dan Pythagoras adalah dua tokoh penganut ajaran reinkarnasi  yang berasal dari ajaran Hindu. (hal 9). </font><span id="more-139"></span><font face="Arial Unicode MS" size="2">Menurut M Horten (yang didukung  R Hartman), tasawuf berasal dari alam pemikiran India. Dalam hal ini Horten  telah melakukan penelitian yang lama untuk menguatkan pendapatnya itu. Akan  tetapi pendapat tersebut kemudian ia revisi setelah ia melakukan analisis  terhadap tasawuf al-Hallaj, al-Busthami, dan al-Junaid, dengan mengatakan bahwa  tasawuf abad ketiga Hijriah-lah yang sangat dipengaruhi alam pemikiran India,  terutama ajaran al-Hallaj. Horten pun berusaha keras mengokohkan teorinya ini  dengan salah satu penelitiannya untuk menetapkan bahwa tasawuf berasal dari  sumber India. Penelitian fisiologis yang dilakukannya terhadap berbagai  terminologi para sufi Persia akhirnya membuatnya berkesimpulan bahwa tasawuf  berasal dari aliran Vedanta di India. (hal 18).<br />
Sementara itu Hartman, yang  berusaha keras pula, membuktikan asal usul atau sumber tasawuf dari India. Ia  mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">1. Kebanyakan angkatan pertama  sufi berasal bukan dari Arab. Misalnya Ibrahim bin Adham, Syaqiq al-Balakhi, Abu  Yazid al-Busthami, dan Yahya ibn Ma&#8217;az ar Radzi.<br />
2. Kemunculan dan  penyebaran tasawuf untuk pertama kalinya adalah di Khurasan (Parsi).<br />
3. Pada  masa sebelum Islam, Turkestan merupakan pusat pertama berbagai agama dan  kebudayaan Timur dan Barat. Dan ketika para penduduk kawasan itu memeluk agama  Islam, mereka mewarnainya dengan corak mistisisme lama.<br />
4. Kaum muslim  sendiri mengakui adanya pengaruh India tersebut.<br />
5. Aksetisisme Islam  (kebatinan) yang pertama adalah bercorak India, baik dalam kecenderungannya  maupun metode-metodenya. Keluasan batin, pemakaian tasbih, misalnya, merupakan  gagasan dan praktik yang berasal dari India. (hal 19). </font></p>
<p><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=139&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawuf-dari-hindu-mengoreksi-ajaran-tasawuf-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengoreksi Ajaran Tasawuf &#8211; 1</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/mengoreksi-ajaran-tasawuf-1/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/mengoreksi-ajaran-tasawuf-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:14:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/mengoreksi-ajaran-tasawuf-1/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hakekatnya ajaran tasawuf yang dianut umat Islam bercorak panteistis, hasil dari konsepsi filsafat yang disebut monisme. Yaitu konsepsi yang menyatakan bahwa Tuhan dan alam adalah satu. Bahkan jika diurut-urut lebih jauh, konsepsi monisme dengan panteismenya ternyata bersumber dari ajaran Hindu.Drs H Abdul Qadir Djaelani seorang da&#8217;i yang pernah mendekam di penjara di masa Soeharto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=138&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pada hakekatnya ajaran tasawuf yang dianut umat Islam bercorak panteistis, hasil  dari konsepsi filsafat yang disebut monisme. Yaitu konsepsi yang menyatakan  bahwa Tuhan dan alam adalah satu. Bahkan jika diurut-urut lebih jauh, konsepsi  monisme dengan panteismenya ternyata bersumber dari ajaran Hindu.</font><span id="more-138"></span><font face="Arial Unicode MS" size="2">Drs H  Abdul Qadir Djaelani seorang da&#8217;i yang pernah mendekam di penjara di masa  Soeharto akibat menentang asa tunggal Pancasila dsb, produktif menulis buku  (kini sekitar 14 buku diantaranya menanggapi pendapat-pendapat pembaharu/  neomodernis) ini merasa gemas melihat merebaknya tasawuf dan tarekat di kalangan  umat Islam. Dia menulis kritik tajam terhadap tasawuf dalam buku yang berjudul  Koreksi terhadap Ajaran Tasawuf diterbitkan GIP Jakarta, cet I 1996, 240  halaman. Dia menohok tokoh-tokoh tasawwuf yang ia nilai melenceng dari Islam  seperti Al-Hallaj yang dibunuh oleh para ulama dan Ibnu Arabi yang dikafirkan  oleh para ulama.</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Berbagai metode ajaran tasawuf dibelejeti dalam buku  ini, yang menurut Abdul Qadir (AQ) menyimpang dari Islam seperti zuhud, bai&#8217;at  dan ketaatan mutlak, wasilah dan rabithah, serta uzlah dan khalwat. Ia juga  menghujat praktik ekstase (junun) yang dilakukan para sufi (orang tasawuf).<br />
Secara tegas, AQ mengawali bukunya dengan ungkapan yang menyentak, bahwa  teori-teori yang diajarkan oleh berbagai macam aliran tasawuf, baik teori  wihdatil wujud, wihdatus syuhud, al-ittihad, al-ittishal, al-hulul, atau  al-liqa&#8217;, semuanya bersifat panteistis. Itu ujung-ujungnya adalah ajaran Hindu  yang berpengaruh terhadap Yunani kuno dan kemudian diambil ke tasawuf Islam  lewat penerjemahan-penerjemahan yang kebanyakan dilakukan oleh orang-orang  Kristen zaman kekhalifahan abad kedua Hijriah.</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS"><strong>Istilah Sufi </strong></font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Jika istilah &#8220;sufi&#8221; ini diduga berasal dari kata shophia (bahasa  Yunani), maka hal ini lebih dapat diterima. Sebab, sumber pemikiran Islam yang  kedua setelah Al-Quran dan al-Hadits berasal dari negeri-negeri seperti Syria,  Mesir, dan Persia, dengan pikiran-pikiran Yunani menjadi induk pemikiran di  negeri-negeri tersebut. Pikiran neoplatonisme (Plotinus, wafat 269M), filosof  Kristen yang mengajarkan tentang emanasi dan panteisme &#8211;yang sangat berpengaruh  di dunia Kristen&#8211; juga berasal dari pikiran Yunani, khususnya pikiran  Aristoteles dan Prophiry. (hal 13).</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Sementara itu, dari data yang  terungkap, orang pertama yang mendapat gelar &#8220;sufi&#8221; adalah Abu Hasyim Al-Kufi  (wafat 150 H/ 761M) dari Kufah, bukan dari Makkah atau Madinah, dan ia dari  generasi tabi&#8217;in, bukan dari generasi sahabat. Sedangkan di sisi lain, masa  terjemahan telah terjadi terlebih dahulu, paling tidak<br />
beberapa puluh tahun  sebelum munculnya orang pertama yang bergelar sufi itu.<br />
Jika istilah &#8220;sufi&#8221;  itu juga dianggap berasal dari kata shuf (bulu domba, wol kasar) yang biasa  dipakai oleh para sufi Kristen, hal ini bisa diterima, bahkan antara kata  shophia dan shuf saling menguatkan. Sebab ajaran sufi di dunia Kristen yang  paling berpengaruh berasal dari Plotinus, sehingga sangat logis jika aliran ini  berpengaruh pada kaum sufi Kristen di Syria, Mesir, Baghdad dan Yaman. Lebih  memperkuat lagi ialah bahwa kaum sufi muslim pada umumnya memakai kain shuf.  (hal 14).</font></p>
<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Selanjutnya AQ mengemukakan definisi tasawuf dengan mengutip  beberapa orang di antaranya pendapat Bandar bin al-Husein, Sahal bin Abdullah  at-Turturi, dan Al-Junaid (wafat 910M, tokoh tasawuf yang resmi dianut oleh  orang tradisionalis di Indonesia, pen). Al-Junaid berkata: &#8220;Tasawuf berarti  bahwa Tuhan menjadikan kamu mati, untuk hidup kembali di dalam-Nya.&#8221; (hal 15).  Sedangkan Abu Yazid Busthami berkata: &#8220;Jika aku terhapus, maka Tuhan adalah  kaca-Nya sendiri dalam aku.&#8221; (hal 15).<br />
Lalu AQ menyimpulkan, pengertian  tasawuf menurut istilah, tidak lain yaitu suatu usaha yang sungguh-sungguh  dengan jalan mengasingkan diri sambil bertafakur (kontemplasi), melepaskan diri  dari segala yang bersifat duniawi dan memusatkan diri hanya kepada Tuhan  sehingga bersatu dengan-Nya.</font></p>
<p><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=138&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/mengoreksi-ajaran-tasawuf-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tasawwuf terpengaruh filsafat kuno dan kepercayaan Nasrani</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawwuf-terpengaruh-filsafat-kuno-dan-kepercayaan-nasrani/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawwuf-terpengaruh-filsafat-kuno-dan-kepercayaan-nasrani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 08:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawwuf-terpengaruh-filsafat-kuno-dan-kepercayaan-nasrani/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi bahwa orang-orang tasawwuf yang percaya seperti itu mengenai Rasululah SAW, mereka bukan hanya terpenga­ruh oleh teori filosof-filosof kuno tentang teori penciptaan dan pendapat mereka bahwa ciptaan awal itu dengan haba&#8217; / debu (atom), dan akal pertama, atau akal fa&#8221;aal (akal kreator)&#8230; tetapi mereka (orang tasawwuf) juga terpengaruh oleh apa yang dikatakan orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=137&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tidak   diragukan lagi bahwa orang-orang tasawwuf yang  percaya seperti itu mengenai  Rasululah SAW, mereka bukan hanya  terpenga­ruh oleh teori filosof-filosof kuno  tentang teori penciptaan  dan pendapat  mereka  bahwa  ciptaan awal itu dengan  haba&#8217; / debu (atom),  dan  akal pertama, atau akal fa&#8221;aal  (akal  kreator)&#8230;  tetapi  mereka  (orang tasawwuf) juga terpengaruh oleh  apa  yang dikatakan  orang-orang Nasrani mengenai Nabi Isa. Dan tidak dirag­ukan  lagi bahwa teori  Nasrani mengenai Al-Masih itu  terpengaruh pula  dengan  pendapat falasifah  dalam hal &#8220;akal  fa&#8221;aal&#8221;  (akal kreator).</font><span id="more-137"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Orang-orang  tasawwuf  telah dapat menukil  /  mengambil  alih teori ini  walaupun diambil dari kesamarannya secara filsafat, dan sulitnya mendalili  dengan dalil mantiq (logika) yang bisa diteri­ma  akal, dan dengan keringnya  teori ini dari aqidah  Islam  yang jelas lagi mudah.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Walaupun   demikian (amburadulnya), namun orang tasawwuf  dapat menjadikan kepercayaan   (sesat dan syirik)  ini  menjadi  akidah orang awam dan kebanyakan kaum  Muslimin. Yang demikian itu karena dibuat  ungkapan-ungkapan yang mudah, dan  dalam syair yang  mudah diucapkan dengan cepat seperti ucapan mereka:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Laulaaka   laulaaka maa kholaqtul aflaak!!  (Seandainya  tidak karena  kamu (Muhammad),  seandainya tidak karena kamu  (Muhammad) pasti Aku tidak menciptakan  planet-planet/ alam ini).  (Al-Fikrus Shufi, hal 192).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Para  muballigh di Indonesia, terutama orang sufi, hampir  bisa dipastikan,  mereka  selalu  mempidatokan  bahkan  mengkhutbahkan hadits  palsu  (laulaaka&#8230;)  tersebut,  dengan  mereka  sebutkan sebagai  Hadits. Lebih-lebih di bulan  Rabi&#8217;ul Awwal, atau  ketika mereka  memperingati  Maulid Nabi SAW, suatu acara   yang asalnya bikinan  kaum  Syi&#8217;ah  itu. Pernah penulis  menegur  khatib  yang  berkhutbah  membawakan  hadits palsu tersebut pada  tahun  1419H/1998M  di suatu  Masjid di dekat rumah di Jakarta,  hingga  tahun berikutnya, alhamdulillah dia  tidak mengemukakannya lagi.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ahli   Hadits Syeikh Nasiruddin Al-Albani  rahimahullah  (wafat Jumadil  Akhir 1420H)   menjelaskan,  &#8220;Laulaaka  lamaa  kholaqtul aflaak  itu statusnya adalah hadits  maudhu&#8217; (palsu).  As-Shaghani menyatakannya  dalam kitab Al-Ahaditsul Maudhu&#8217;ah   (Hadits-hadits palsu)  halaman  7. Ibnu Asakir juga meriwayatkan hadits  serupa  yang telah dikeluarkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab  Al-Maudhu&#8217;at (hadits-hadits   palsu) seraya memastikan sebagai  hadits maudhu&#8217; (palsu). </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pemastian   Ibnul  Jauzi tersebut  juga  ditetapkan  dan diakui  oleh As-Suyuthi dalam  kitab al-La&#8217;ali I/  272.  (Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terjemah Silsilah  Hadits Dha&#8217;if dan  Maudhu&#8217;, Gema Insani Press Jakarta, Jilid I, Hadits Nomor  282,  hala­man 229-230).  </font></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Unicode MS;"><font size="2">Syeikh   Abdur  Rahman Abdul Khaliq mengemukakan:  &#8220;Suatu  kali saya berkhutbah  di  masjid Nabawi (Madinah) pada  sekitar  tahun 1381M/1960M menjelaskan aqidah yang  wajib mengenai  Rasul  SAW. Lalu  seorang  jama&#8217;ah haji yang sudah tua berdiri   kepadaku  dan berkata padaku: &#8220;Bukankah Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Laulaaka  laulaaka  maa kholaqtul aflaak&#8221;. Maka aku jawab padanya: &#8220;Ini (laulaaka&#8230;)   bukan ayat Al-Quran, dan juga bukan hadits,  sedangkan kepercayaan (yang  terkandung pada)nya itu adalah  syirik billah (menyekutukan Allah)!!&#8221; Lihatlah  bagaimana  kepercayaan  (batil, kufur,  sesat dan syirik) ini berjalan pada   lisan-lisan  manusia dengan ucapan sajak yang dikira oleh orang awam sebagai  Al-Quran, padahal bukan. (Al-Fikrus Shufi, hal 194). </font></span></p>
<p align="justify"><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=137&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/11/tasawwuf-terpengaruh-filsafat-kuno-dan-kepercayaan-nasrani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAKEKAT MUHAMMAD DAN WIHDATUL WUJUD</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/hakekat-muhammad-dan-wihdatul-wujud/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/hakekat-muhammad-dan-wihdatul-wujud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 09:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/hakekat-muhammad-dan-wihdatul-wujud/</guid>
		<description><![CDATA[Mustahil bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud oleh orang tasawwuf dengan ucapan mereka tentang &#8220;Hakikat Muhammadiy­yah&#8221; atau &#8220;Nur Muhammad&#8221;, kecuali dengan mengetahui aqidah mere­ka. Teori tasawwuf falsafi pada abad ke tiga belas Masehi telah sampai pada pendapat bahwa Allah ialah wujud yang berdiri ini, yang diperbarui, yang berubah, maka Dia yaitu langit, bumi, arsy, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=136&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Mustahil  bagi  kita untuk memahami apa   yang  dimaksud  oleh orang tasawwuf dengan ucapan mereka tentang &#8220;Hakikat   Muhammadiy­yah&#8221; atau &#8220;Nur Muhammad&#8221;, kecuali dengan mengetahui aqidah  mere­ka.   Teori tasawwuf falsafi pada abad ke tiga belas Masehi  telah sampai  pada  pendapat bahwa Allah ialah wujud yang  berdiri  ini, yang diperbarui, yang  berubah, maka Dia yaitu langit, bumi, arsy, kursi, malaikat, manusia, hewan, dan  tumbuh-tumbuhan. Dan dia itu lah yang azali dan abadi.</font><span id="more-136"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Maha  Suci  Allah, jauh dari ucapan mereka (sufi falsafi),  Dia Maha Tinggi dan Maha  Besar.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Mereka  berbeda-beda dalam ucapannya. Kadang mereka katakan Dia itu  ruh  yang berjalan  di dalam hal-hal yang wujud,  dan  mereka menyerupakan  ini  dengan  dua hal  yang berjalan  bahwa  Dia  itu seperti aroma bunga dalam bunga, dan adanya roh  dalam jasad  yang hidup. </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan   kadang-kadang mereka mengatakan, nafsu  wujudil  maujudat (adanya makhluk itu  sendiri) ialah wujud Allah. Maka  tidak  ada dua dalam wujud, pencipta dan  makhluk, tetapi makhluk itu sendiri adalah pencipta itu. Dan pencipta itu  sendiri adalah makhluk itu.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kepercayaan batil yang demikian itu disebarkan kepada  manusia oleh   penggede-penggede  tasawwuf  dari ahli  zindiq  dan  mulhid (murtad)  seperti  Ibnu &#8216;Arabi, Al-Hallaj, Al-Jili, Ibnu  Sab&#8217;ien, dan  orang-orang  yang model  mereka. Orang-orang sufi  itu  dalam kitab-kitab  mereka mengingkari orang yang  bersaksi  bahwa Allah Ta&#8217;ala itu adalah Tuhan yang Berdiri dengan SendiriNya  Yang  Maha Sempurna  di atas Arsy yang Dia bangun. Dan itulah  yang  menjadi  keyakinan ummat Islam tentang Tuhan SWT. (Al-Fikrus  Shufi,  hal  175).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Ibnu  &#8216;Arabi dalam kitabnya, At-Tajalliyyaat, mengaku bahwa  ia bertemu  dengan  tokoh-tokoh  tasawwuf  terdahulu  dalam  Barzakh (kubur)  dan  mendiskusikan/  membantah kepada  mereka  dalam  hal aqidah  Tauhid  mereka  (Yaitu Allah di  atas  Arsy  dan  mencipta makhluk), dan Ibnu Arabi menjelaskan, menyalahkan dan  memberitahukan  kepada mereka pada puncaknya bahwa laa  maujud  illallaah,  (tidak  ada  yang wujud kecuali Allah), wa annallaaha  wal  &#8216;abda syai&#8217;un   waahid, (dan sesungguhnya Allah dan hamba  itu  adalah sesuatu  yang satu). Dan  mereka semuanya mengakui itu, semua  itu ada di kitab At-Tajalliyyaat.  (Al-Fikrus Shufi, hal 176).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Yang   penting,  orang-orang  tasawwuf  itu  menukil/  mengutip kepercayaan wihdatul  wujud (manunggaling kawula Gusti, bersatunya makhluk  dengan Tuhan) dari  filsafat Platonisme, dan mereka  mem­percayai  dan  menjadikannya sebagai  hakekat sufisme  dan  sirril asror  (rahasianya  rahasia), dan itulah  aqidah   pengikut Islam menurut pengakuan mereka.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Orang-orang  Sufi  menukil pendapat para filosof  dalam  teori mereka   mengenai awal penciptaan. Para filosof  kuno  mengatakan &#8220;bahwa awal penciptaam  itu adalah haba&#8217;/ debu (atom), dan  perta­ma-tama  yang wujud itu adalah &#8220;akal  awal&#8221; yang  dinamakan  &#8220;akal kreator&#8221;  (akal  fa&#8217;aal). Dan dari &#8220;akal awal&#8221;  ini   tumbuh  alam atas,  langit-langit dan bintang-bintang, kemudian alam  bawah&#8230;  dst. (Al-Fikrus Shufi, hal 176).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Teori  filsafat kuno ini kemudian pada masa Ibnu Arabi  (abad 13  M)  ia nukil sendiri  ke pemikiran sufi tetapi  diganti  nama, &#8220;akal fa&#8221;aal&#8221; yang disebutkan filosof  kuno itu ia sebut &#8220;Haqiqat Muhammadiyyah&#8221;  (Hakekat Muhammad). Maka sangkaan   filosof  bahwa awal  kejadian  itu adalah haba&#8217;/ debu  (atom)  &#8211;ucapan filosof  sendiri&#8211;  lalu Ibnu &#8216;Arabi menyebutnya awal kejadian itu  adalah &#8220;hakekat  Muhammad&#8221;, dan menurut ungkapan Ibnu Arabi, awal  ta&#8217;yi­naat (awal kejadian yang  dibentuk dari atom). Ibnu Arabi  berpan­jang kalam dalam hal ini, dan ia  mengatakan bahwa &#8220;Hakekat Muham­madi&#8221;  ini lah yang bersemayam di atas arsy  Tuhan. Dan  dari  nur (cahaya)  dzat inilah Allah menciptakan makhluk semuanya  setelah itu. Maka malaikat, langit, dan bumi semuanya itu diciptakan dari Nur  Dzat yang pertama, yaitu Dzat Muhammadi, menurut Ibnu  Arabi, dan &#8220;aqal fa&#8221;aal&#8221;  menurut pemikiran falsafi.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Demikianlah,  Ibnu Arabi mampu memindahkan barang murahan  dan khayalan  filsafat  yang sakit, ke dunia Muslimin dan  ke  aqidah ummat  Islam.  Bahkan   Ibnu Arabi  menjadikan  aqidah  ilhadiyah (murtad, anti Tuhan) sebagai aqidah  asasi/ pokok dasar yang untuk tempat berdirinya pemikiran sufi seluruhnya  setelah itu.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dari   rekayasa sufi mulhid (murtad) itulah maka kita tahu  apa yang  dimaksud oleh  orang sufi falsafi tentang wihdatul  wujud, bahwa menurut mereka Allah bukanlah  Dzat yang nanti dilihat  oleh orang-orang Mu&#8217;min di akherat dan bersemayam di  atas Arsy. Tetapi Allah  menurut  mereka hanyalah wujud (alam) ini  sendiri  dengan seluruh tingkatan dan pertentangannya. Maka Allah menurut  mereka adalah   adanya wujud malaikat, syetan, manusia, jin,  hewan,  dan  tumbuh-tumbuhan.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pengarang  Al-Fikrus  Shufi berkomentar, apabila  kita  telah tahu  hakekat  teori falsafah  kafir yang dipindahkan  oleh  orang tasawwuf mulhid (murtad) ke Islam ini maka  kita tahu setelah itu, apa yang dimaksud orang sufi tentang perkataan mereka  mengenai &#8221; Hakekat  Muhammadi&#8221; yang bersemayam di Arsy, dan menjadikan Nabi  Muhammad SAW sebagai makhluk pertama sebelum adanya alam seluruhnya. Dan dialah  yang bersemayam di atas Arsy. Dan dari Nur Muham­mad SAW itu Allah menciptakan  seluruh alam, setelah  itu,  yaitu langit-langit, bumi, malaikat, manusia, jin,  dan seluruh makhluk. Maka  &#8221; Hakekat Muhammadi&#8221;, menurut tuduhan mereka adalah   bentuk sempurna  yang  baru bagi Dzat Tuhan yang tidak  terlihat  dengan  dzatnya dan tidak terpisahkan dari wujud ini&#8230; Maka Nabi  Muham­mad SAW menurut  Ibnu Arabi dan syaikh-syaikh tasawwuf yang datang setelahnya,  dialah  Allah   yang Mutajalli  di  atas  Arsy,  atau &#8211;katakanlah&#8211; dia  (Muhammad  SAW) itu   Allah  yang  dikecilkan (dalam bentuk kecil). Dan kepada dialah, kejadian  segala  makhluk yang  ada ini bertumpu padanya, dan segala cahaya terbelah   dari­nya, dan segala alam, dan segala yang ada&#8230;</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan   Muhammad SAW itulah biji pertama bagi seluruh  yang  ada, maka  dia seperti  biji bagi pohon, dari biji itulah kemudian  ada pokok,  cabang,  daun, buah, dan  duri-duri.  Maka  demikian  pula permulaan yang ada itu dengan adanya Muhammad  SAW kemudian   dari nurnya (Nur Muhammad) itu diciptakan  Arsy, kursi,  langit-langit, bumi, Adam dan keturunannya, dan cabang-cabang makhluk dan   sete­lah  itu berangsur-angsur adanya makhluk-makhluk yang  diciptakan dari Nur   Nabi  Muhammad SAW. Maka semua yang  ada  ini  menurut aqidah tasawwuf adalah  sesuatu yang satu  yang  bercabang-cabang dari asal yang satu, atau katakanlah  pohon yang satu yang  berca­bang-cabang dari biji yang satu. (Al-Fikrus Shufi,  hal 178).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dari  berbagai uraian itu bisa disimpulkan, kepercayaan sufisme mengenai Nabi Muhammad  SAW ada tiga tingkatan:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">1.  Orang-orang yang berpendapat dengan wihdatil  wujud,  menganggap bahwa Allah  adalah dzat alam yang ada (dzatul  maujudat), maka  mereka menjadikan Rasul  sebagai makhluk pertama. Lalu  dari dia  (Rasul) lah muncul makhluk semuanya,  dan dia (Rasul)  itulah tuhan  yang  bersemayam di atas Arasy.  Inilah  kepercayaan  Ibnu Arabi  dan  orang-orang model dia (yang telah  dikafirkan  banyak ulama).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">2.  Orang-orang yang mengatakan bahwa Nur Muhammad adalah  awal yang  ada secara  benar-benar (fi&#8217;lan), dan  darinyalah  terbelah cahaya-cahaya  dan  diciptakan  makhluk  semuanya.  Tetapi  mereka tidak mengatakan bahwa dzat rasul bersemayam  di atas Arsy.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">3.  Orang-orang yang mengatakan bahwa Nur Muhammad adalah  awal yang  ada dan   dialah yang paling  mulia-mulianya  makhluk,  dan karena  dialah  Allah  menciptakan alam seluruhnya,  tanpa  mereka jelaskan bahwa alam-alam telah  dibuat dari nurnya, mereka  hanya­lah  mengatakan  diciptakan alam ini karena   Nur Muhammad.  (Al-Fikrus Shufi, hal 180-181).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=136&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/hakekat-muhammad-dan-wihdatul-wujud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menolak Hadits Shahih tapi Menjajakan Tasawwuf</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/menolak-hadits-shahih-tapi-menjajakan-tasawwuf/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/menolak-hadits-shahih-tapi-menjajakan-tasawwuf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 09:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/menolak-hadits-shahih-tapi-menjajakan-tasawwuf/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini banyak lembaga yang menjajakan paket-paket kajian ini itu yang seolah untuk memberikan bimbingan keislaman namun sebenarnya belum tentu merujuk kepada Islam yang benar. Gatra edisi 31 Januari 1998 menurunkan laporan khusus sekitar kecenderungan bertasawuf di beberapa kalangan di antaranya sebagian pejabat atau ibu-ibu pejabat. Juga komentar-komentar mengenai tasawuf dari beberapa tokoh, serta adanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=135&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial Unicode MS" size="2">Sekarang ini banyak lembaga yang menjajakan  paket-paket kajian ini itu yang seolah untuk memberikan bimbingan keislaman  namun sebenarnya belum tentu merujuk kepada Islam yang benar.</p>
<p>Gatra edisi  31 Januari 1998 menurunkan laporan khusus sekitar kecenderungan bertasawuf di  beberapa kalangan di antaranya sebagian pejabat atau ibu-ibu pejabat. Juga  komentar-komentar mengenai tasawuf dari beberapa tokoh, serta adanya  lembaga-lembaga yang menjajakan kajian tasawuf.</font><span id="more-135"></span><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dalam hal kajian Islam,  sejak 1985-an banyak lontaran yang bernada mengkritik Islam terutama syari&#8217;ahnya  atau hukum Islam dan fiqhnya. Kritik-kritik itu sambil memojokkan syari&#8217;ah  atupun fiqh atau juga para ahli fiqh dengan cap-cap &#8220;miring&#8221; misalnya Syari&#8217;ah  minded, fiqh sentris, tekstual tidak kontekstual, bahkan ada yang melontarkan  cap skripturalis dipinjam dari istilah dari agama tertentu.</p>
<p>Sikap  menyindir-nyindir syari&#8217;ah dan fiqh serta ahlinya itu sudah dikenal sejak dulu,  paling tidak, Imam Ghozali dari kalangan sufi menyebut ulama fiqh sebagai ulama  dunia. Di kalangan kaum kebatinan ataupun kejawen pun Mangkunegoro IV yang  mengaku dirinya meninggalkan sholat (dalam salah satu puisinya) itu berani  mengkritik para ahli syari&#8217;ah demi membela kebatinannya.</p>
<p>Belakangan  orang-orang yang miring-miring ke sekuler, Mu&#8217;tazilah, Syi&#8217;ah dan semacamnya  ramai-ramai pula mengkritik syari&#8217;ah dan fiqh serta ahlinya dengan cap-cap  &#8220;miring&#8221; tersebut. Bahkan ada yang berani menghujat hadits shohih meniru-niru  orientalis atau anak buah orientalis seperti Abu Rayah di Mesir dan sebagainya.</p>
<p>Sebagai bukti, ada orang dari Bandung (Jalaluddin Rakhmat) yang berani  mengkritik hadits shahih riwayat Imam Muslim (Antum a&#8217;lamu bi umuuri dunyaakum&#8211;  kalian lebih tahu dengan perkara-perkara dunia kalian) dengan argumen-argumen  tidak ilmiah menurut ilmu Hadits, namun justru kini sebagai pelaku utama  menjajakan paket tasawuf, suatu kajian yang justru membahas sesuatu yang tanpa  landasan jelas.</p>
<p>Padahal tasawuf itu bukan hanya belum tentu berlandaskan  Hadits shahih, namun justru mengandung unsur-unsur&#8221;dari ajaran luar Islam.  Demikian pula Prof Dr Harun Nasution yang cenderung menolak Hadits Ahad  (periwayatnya tiap jenjang tidak banyak orang) walaupun shahih untuk jadi  landasan aqidah (misalnya rukun iman), namun sebaliknya ia khabarnya malah  berguru tentang tasawuf.&#8221;Ini&#8221;salah<br />
satu bentuk kerancuan berfikir yang  nyata, Hadits shahih ditolak namun tasawuf yang tak jelas landasannya itu  ditekuni.</p>
<p>Siapapun yang mengetahui apa itu tasawuf &#8212; bagi yang  obyektif&#8211; tentu akan mengakui bahwa tasawuf itu ada unsur dari luar Islam dan  ada unsur dari Islam. Maka siapapun yang mengetahui masalah itu dan masih  bersikap obyektif akan<br />
mengatakan: &#8220;Islam itu sudah sempurna, maka tidak  butuh kepada tasawuf yang mengandung unsur-unsur ajaran dari luar Islam  itu.&#8221;</p>
<p>Kalau memang seorang dari Bandung yang tadinya menghujat-hujat  Hadits shahih itu hujatannya dimaksudkan untuk memurnikan Islam, maka seharusnya  dia justru sama sekali tidak mengadakan pengakjian tasawuf dalam arti  menyebarkan tasawuf di Jakarta atau di manapun. Karena, dengan menyebarkan  tasawuf kepada orang-orang ataupun ibu-ibu pejabat yang sangat awam agama itu  bukannya mengembalikan Islam kepada yang benar namun mencampuradukkan  hal-<br />
hal dari luar ajaran Islam kepada Islam.</p>
<p>Sungguh ironis tindakan  orang semacam ini. Masyarakat yang awam agama tentu akan terseret, apalagi  penyebar itu seorang ahli komunikasi, maka apa yang disampaikan walau sebenarnya  adalah limbah namun&#8221;bisa dianggap sebagai emas.</p>
<p>Dengan kenyataan itu,  umat Islam hendaknya hati-hati dan waspada. Kalau ada orang atau lembaga  mengadakan kajian-kajian Islam, hendaknya dilihat, benarkah kajiannya itu  berlandaskan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits-hadits yang shahih. Kalau tidak, maka  lebih baik ditinggalkan, dan lebih afdhol mencari kajian yang berlandaskan  Al-Quran dan Hadits shohih.</p>
<p>Kasus itu sungguh ironis, menghujat Hadits  shahih tetapi kemudian menjajakan paket kajian tasawuf yang tasawuf itu sendiri  akar katanya saja tidak diketemukan secara pasti dalam Islam. Apalagi ajaran dan  prakteknya banyak yang menyimpang dari Islam </font></p>
<p><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=135&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/menolak-hadits-shahih-tapi-menjajakan-tasawwuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasyf, Khurafat dari Shufi &#8211; 2</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-2/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 09:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-2/</guid>
		<description><![CDATA[Selanjutnya, Ibnu Taimiyah seperti dikutip Al-Qardhawi mene­gaskan: Dan Allah swt tidak memerintahkan kepada kita untuk merujuk (kembali) kepada hati-hati kita, atau perasaan batin kita (dzauq), atau kepada lintasan-lintasan hati kita, serta perkara gaib yang tersingkap bagi kita. Karena sesuatu yang berasal dari hal demikian itu tidak ada jaminan suci dari kesalahan baginya, karena suatu saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=134&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Selanjutnya, Ibnu Taimiyah seperti dikutip Al-Qardhawi mene­gaskan: Dan  Allah swt tidak memerintahkan kepada kita untuk merujuk (kembali) kepada  hati-hati kita, atau perasaan batin kita (dzauq), atau kepada lintasan-lintasan  hati kita, serta perkara gaib yang tersingkap bagi kita. Karena sesuatu yang  berasal dari hal demikian itu tidak ada jaminan suci dari kesalahan baginya,  karena suatu saat bisa benar dan pada saat yang lain bisa salah.</font><span id="more-134"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Syaikh  Abul Hasan Asy Syadzily mengatakan:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Sungguh  telah ada bagi kita jaminan &#8216;ishmah (suci dari kesala­han) dalam hal yang datang  dari Al-Kitab (Al-Quran) dan As-Snnah, dan tidak ada bagi kita jaminan &#8216;ishmah  (suci dari kesalahan) dalam hal kasyf dan ilham.&#8221; (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  menukil dari Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili di dalam fatwa-fatwanya (Al-Hikam),  Majmu&#8217;ul Fatawa: 2/91, dikutip oleh Dr Yusuf Al-Qardhawy, Sikap Islam terhadap  Ilham, Kasyf&#8230; hal 82-84).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tentang  keyakinan shufi mengenai kasyf itu di antaranya dije­laskan oleh Ibnu &#8216;Arabi  dalam kitab Futuhatnya dan Al-Jili dalam Insanul Kamil-nya. Sedangkan al-Ghazali  sendiri telah mengakui bahwa ia tidak memperoleh keyakinan sesudah dihinggapi  syak dan kesangsian kecuali dengan perantaraan kasyf. Yaitu setelah ia  beri&#8217;tikaf beberapa tahun di menara Masjid Damaskus dan di Masjid Baitul Maqdis.  (Lihat kitab Al-Ghazali, Al-Munqidzu minaddholaal, dan Al-lamus Syamikh hal.  370, dan Akhlaq, hal. 42, seperti dikutip HSA Al-Hamdani dalam Sanggahan  terhadap tashawuf&#8230; hal 16).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><font face="Arial Unicode MS">Kasyf  Syaithani dan Kasyf Haqiqi</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Sorotan  yang tajam terhadap batilnya kasyf ini juga ditulis oleh Al Allamah Muhammad  Rasyid Ridha dalam Tafsir Al-Manar. Dr Yusuf Al-Qardhawi mengutipnya sebagai  berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Bahwa  ilham atau kasyf semata-mata merupakan salah satu contoh dari pengetahuan jiwa  yang berbicara, tidak tetap (baku) dan tidak teratur. Dan bukan merupakan  pengetahuan yang berlandaskan kepada akal dan tidak pula bersandarkan kepada  dalil syar&#8217;i, akan tetapi cuma merupakan pengetahuan yang kurang, yang terkadang  salah terkadang benar, dan sebab-sebabnya yang alamiah pun mudah untuk  diketahui. Sebagian ada yang bersifat bawaan (fithry), sebagian ada yang  diperoleh dengan usaha (kasby) dan sebagian lagi hasil ciptaan (shina&#8217;i),  seperti hipnotis yang dikenal di abad ini, dan apa yang mereka namakan dengan  membaca fikiran, komunikasi fikiran, dan yang mereka serupakan dengan transfer  berita lewat kawat listrik maupun transfer berita tanpa kawat  listrik.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pengetahuan seperti ini tentu bisa dikuasai oleh orang mu&#8217;min maupun  orang kafir, orang yang baik maupun orang yang jahat, sebagaimana diakui oleh  para shufi muslim bahwa pengetahuan semacam ini dikuasai pula oleh shufi  beragama hindu. Para shufi muslim mengakui bahwa pengetahuan yang dikuasai oleh  mereka bercampur aduk dengan pengelabuan syetan, dan sedikit sekali orang yang  mempunyai kemampuan untuk membedakan antara kasyf syaithani (kasyf yang berasal  dari syetan) dan kasyf haqiqi (sesungguhnya), dan tidaklah boleh dinamakan kasyf  haqiqi kecuali jika bersesuaian dengan nash yang qoth&#8217;i (nash/ teks ayat atau  hadits yang pasti).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Di antara  berbagai bukti kesalahan dan kepalsuan serta khaya­lan yang ada pada kasyf  mereka, yang biasa mereka namakan dengan An-Nurany (yang berkilauan), dan apa  yang mereka sebutkan di dalam kasyf mereka berupa pengetahuan mereka yang  bermacam-macam, berdasarkan keberagaman pengetahuan mereka tentang seni,  kekhura­fatan dan syari&#8217;ah adalah terjadinya pertentangan para ahlinya dan  saling salah menyalahkan satu sama lain dalam hal ini. Oleh karena itu, anda  akan mengetahui sebagian dari mereka menyebutkan di dalam kasyfnya Jabal Qof  (gunung qof) yang mengelilingi bumi! </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Al  hayyah (ular) yang mengelilinginya! Sebagaimana dapat anda ketahui dalam  biografi Asy Sya&#8217;rani oleh Syaikh Abu Madyan, yang isinya merupakan  kekhurafatan-kekhurafatan yang tidak ada hake­katnya.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Di antara  mereka ada pula yang menyebutkan di dalam kasyfnya bintang-bintang dan tempat  peredarannya dengan cara Yunani yang batil. Dan kebanyakan mereka menyebutkan di  dalam ksyf mereka hadits-hadits yang maudhu&#8217; (palsu), walaupun mereka dan  orang-orang yang terfitnah dengan kasyf mereka ditentang oleh ulama </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">hadits.  Mereka mengatakan: &#8216;Sesungguhnya sebuah hadits terkadang dianggap shahih dalam  kasyf kami, walaupun hadits tersebut tidak shahih menurut riwayat-riwayat kalian  (ahli hadits), dan kasyf kamilah yang lebih benar, karena kasyf kami berasal  dari ilmul yaqin sedangkan ilmu kalian berasal dari dugaan (dhon)!&#8217;</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kesimpulannya adalah, bahwa kasyf ini adalah urusannya sendiri dan urusan  para ahlinya, jika sah bagi kita untuk membenarkannya tentu ketika tidak terjadi  pertentangan dengan syari&#8217;at, aqidah-aqidahnya serta hukum-hukumnya. Maka tidak  dibenarkan bagi orang yang beriman kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya  membenarkan sebagian dari kasyf yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-Quran  </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">dan  Sunnah. Dan tidak dibenarkan pula menetapkan kasyf dengan didasari perintah dari  alam gaib selama tidak ditetapkan oleh Al-Quran dan Sunnah. lagi pula kita tidak  membutuhkan semua ini (kasyf seperti ini). (Tafsir Al-Manar oleh Al Allamah  Muhammad Rasyid Ridha, Jilid 11/447, cetakan keempat, seperti dikutip Dr Yusuf  Al-Qardhawi, Sikap Islam terhadap Ilham, Kasyf&#8230; hal. 86-87).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Penjelasan-penjelasan tersebut sangat gamblang bahwa kasyf shufi itu  batil. Orang mu&#8217;min maupun kafir bisa memperolehnya, orang jahat maupun shalih  dapat juga, sebagaimana hasil kasyf itu ada yang dari syaitan, dan ada yang  mengandung kebenaran, tidak ada patokannya. Maka ketika ungkapan semacam ini  saya ajukan </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">kepada  guru besar tasawwuf dengan ungkapan bahwa Joyoboyo yang bukan Islam pun bisa  mendapatkan kasyf itu; ternyata Pak Guru Besar Tasawwuf itu marah, dan tidak ada  jawaban pasti, seperti sudah kami kemukakan di atas. Masihkah mereka mau  mengklaim kebenaran kasyf dengan cara lain lagi selain marah-marah dan  </font><font face="Arial Unicode MS" size="2">bicara ngaco (tidak  teratur)?</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan dari  sinilah bisa kita fahami, kenapa orang-orang Syi&#8217;ah, sekluer, dan pengacau Islam  kini justru ramai-ramai menjajakan tasawwuf. Ternyata, dalam hal kepercayaan/  aqidah maupun sikap mereka terhadap hadits adalah sama-sama, yaitu mengacaukan.  Hingga ketatnya aqidah dalam Islam ini jelas-jelas mereka tabrak, sedang  ketatnya pembatasan tentang keshahihan hadits pun terang-terang mereka tabrak  pula. Bila aqidah, suatu fondasi tempat berdirinya Islam, telah mereka kacaukan,  dan hadits sebagai landasan utama yang kedua setelah Al-Quran telah mereka  halalkan untuk dipalsukan dengan cara mengklaim ke-kasyf-an untuk mensha­hihkan  kepalsuan, maka hancurlah Islam ini. Masih pula ditambahi dengan tabiat shufi  yang tunduk patuh bahkan sering mendukung kepada penguasa dhalim &#8211;walaupun  menghancurkan Islam&#8211; maka sempurnalah konspirasi dan konvigurasi mereka (shufi,  syi&#8217;ah, sekluer, munafiqin, kafirin, musyrikin, pengacau agama, dukun,  paranormal, ahli bid&#8217;ah, politikus licik anti Islam, dan penguasa dhalim) dalam  menghancurkan Islam dengan wajah yang pura-pura teduh karena berkedok main  batin. Maka waspadalah wahai saudara-saudaraku Ummat Islam, jangan sampai  tertipu oleh permainan mereka yang sudah dibabat oleh para ulama pada awal abad  keempat Hijriyah dengan dibunuh dan disalibnya dedengkot shufi bernama  Al-Hallaj, namun kemudian digali dan dihidup-hidupkan lagi oleh para orientalis  Barat antek penjajah anti Islam, kemudian dikem­bangkan lagi oleh antek-antek  orientalis di mana-mana sampai kini lewat aneka sarana. Mudah-mudahan Allah  memberi kekuatan kepada para pengamal Islam dan penyerunya yang setia dan  istiqomah hingga mampu menghancurkan kebatilan mereka yang mengancam Islam itu.<br />
Amien.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=134&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasyf, Khurafat dari Shufi &#8211; 1</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-1/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 09:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-1/</guid>
		<description><![CDATA[Tingkatan atau derajat tinggi yang diklaim oleh orang shufi ada pula yang mereka namakan kasyf (tersingkapnya tabir). Kasyf, menurut kaum shufi adalah melihat hal yang ghaib dan menyaksikannya dengan tegas. Dengan demikian mereka mengaku atau meyakini, kalau sampai pada derajat kasyf itu maka mereka dapat mengetahui hal-hal yang gelap, rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan memecahkan segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=133&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tingkatan atau derajat tinggi yang diklaim  oleh orang shufi ada pula yang mereka namakan kasyf (tersingkapnya  tabir).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kasyf,  menurut kaum shufi adalah melihat hal yang ghaib dan menyaksikannya dengan  tegas. Dengan demikian mereka mengaku atau meyakini, kalau sampai pada derajat  kasyf itu maka mereka dapat mengetahui hal-hal yang gelap, rahasia-rahasia yang  tersembunyi, dan memecahkan segala soal-soal yang pelik. (lihat HSA Al-Hamda­ni,  Sanggahan terhadap Tashawuf dan Ahli Sufi, PT Al-Ma&#8217;arif Bandung,  cet. kedua, 1972, hal. 16).</font><span id="more-133"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Di  antaranya ialah kepandaian membedakan hadits yang shahih dari yang dha&#8217;if  (lemah). Maksud tujuannya ialah memperkuat madzhab dan kepercayaannya dengan  hadits-hadits yang dibikin-bikin dan hadits-hadits yang dha&#8217;if, lalu dianggap  sebagai hadits shahih dengan perantaraan kasyf itu. (ibid, hal 16).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Orang-orang yang meyakini kasyf membantah ulama yang tidak mau menjadikan  lintasan-lintasan hati kaum shufi dan ilham-ilham mereka sebagai hujjah dalam  hukum Islam. Karena kaum shufi meyak­ini bahwa ilham-ilham, lintasan-lintasan  hati shufi, dan kasyfnya itu tidak mungkin akan salah. Hingga seorang pengarang  kitab Fawatihur rahamaut syarah musallamits tsubut di dalam ushul fiqh, dan dia  termasuk salah seorang yang memiliki kecenderungan shufi yang dhahir, menyanggah  Al-Allamah Ibnul Hammam Al-Hanafi, yang menafikan atau menolak ilham sama sekali  sebagai hujjah. Penga­rang kitab Fawatih (yang shufi itu) mengatakan:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Sesungguhnya ilham tidak akan terjadi kecuali disertai penciptaan ilmu  dharuri (ilmu yang ada dengan sendirinya) yang datang dari sisi Allah SWT, atau  dari ruh Muhammady (ruh Nabi Muhammad). Maka pada saat itu tidak akan ada  keraguan yang timbul akibat adanya kesalahan padanya (ilham). Ilmu seperti ini  dera­jatnya lebih tinggi dibanding ilmu yang dihasilkan dengan dalil-dalil yang  tidak qoth&#8217;i (tidak pasti). Maka aneh sekali, seorang syeikh seperti Al-Allamah  Ibnul Hammam Al Hanafy menolak salah satu bejana ilmu. Barangkali beliau  beranggapan bahwasanya ilham itu adalah sesuatu yang terjadi di dalam hati yang  berasal dari </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">lintasan-lintasan hati, padahal bukan demikian. Apakah kamu belum  mendengar atau mengetahui apa yang telah ditulis oleh Syaikh Quthbu Waqtihi  (wali quthub pada zamannya) yaitu Abu Yazid Al-Bustamy -semoga Allah mensucikan  kerahasiaannya yang mulia- terhadap sebagian ahli hadits: &#8216;Kamu mengambil ilmu  dari yang telah menjadi mayit, kemudian kalian kaitkan kepada Rasulullah saw,  sedangkan kami mengambil ilmu dari Yang Maha Hidup dan Tidak </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pernah  Akan Mati (Allah)!&#8217; (kitab Fawatihur Rahamaut, dicetak menjadi satu dengan kitab  Al Mustashfa karya Imam Ghazaly: 2/372, seperti dikutip Dr Yusuf Al-Qardhawy  dalam Mawaqiful Islam minal Ilham wal Kasyf&#8230;.. diterjemahkan menjadi Sifat  Islam terhadap Ilham, Kasyf, Mimpi, Jimat, Perdukunan, dan Jampi, Bina Tsaqafah  Jakarta, cet I, 1417H/ 1997, hal 79-80).</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kemudian  Dr Yusuf Al-Qardhawi menukil bantahan dari Ibnu Taimiyah terhadap klaim ilham  dan kasyf yang dianggap ma&#8217;shum (terjaga dari kesalahan) itu sebagai  berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Umat ini  tidak membutuhkan kepada muhaddatsun dan mulhamun disebabkan telah sempurnanya  risalah nabi umat ini dan telah sempurnanya syari&#8217;at beliau saw. Oleh karena itu  bentuk lafadz (shighoh) hadits tersebut: </font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">“Fain  yakun fii ummatii ahadun fa &#8216;umar”</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Jika ada  di antara umatku seseorang (seperti mereka) maka Umar-lah orangnya.&#8221;</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Sedangkan  apa yang disebutkan oleh pengarang kitab Al Fawatih merupakan pendapat subyektif  dan tidak ilmiah, dan semata-mata merupakan klaim-klaim yang menyimpang tanpa  ada buktinya. Dia telah mencampur adukkan di dalam nama-nama yang telah dia  kumpul­kan itu, antara orang-orang yang bodoh dan orang-orang yang cer­das,  antara ahlus sunnah dan ahli bid&#8217;ah, antara orang yang bertauhid dan orang yang  berfaham hululi (kepercayaan bahwa Tuhan dapat menitis ke dalam makhluk) serta  ittihady (kepercayaan bahwa dunia dan seisinya adalah Tuhan). Dan yang lebih  mengherankan mengapa hal seperti ini ditulis dalam ilmu ushul (fiqh), padahal  ilmu ushul merupakan timbangan akal dan logika manqul (penalaran yang masuk akal  dan berdasarkan dalil-dalil naqli)!</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Apa yang  dikatakan oleh pengarang kitab Al-Fawatih ini dan orang-orang yang seperti dia,  mirip dengan apa yang dikatakan oleh kaum syi&#8217;ah tentang imam-imam mereka,  padahal perkataan seperti ini amat sangat diingkari oleh ahlus  sunnah.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Pendapat  kaum syi&#8217;ah itsna &#8216;asyariyah telah sampai kepada puncaknya dengan menyatakan  kema&#8217;shuman ilham para imam mereka yang dua belas. Maka, apa saja yang  diilhamkan kepada mereka (para imam yang 12) tidak mungkin akan berlaku padanya  kemungki­nan salah, karena apa yang diilhamkan kepada mereka bukan tumbuh dari  hasil ijtihad, seperti hasil ijtihadnya para imam madzhab fiqh, yang kemungkinan  benar dan kemungkinan salah, sehingga yang benar diberikan pahala dengan dua  pahala, dan yang salah diberi satu pahala. Sesungguhnya ilham mereka adalah  ilham yang datang dari Allah untuk seorang imam, dimana Allah akan menyingkapkan  baginya dengan ilham tersebut perkara yang gaib bagi orang lain, dan ilham  tersebut pasti benar, baik berupa kabar ataupun hukum. Jika berupa kabar maka  pasti benar dan jika berupa hukum maka pasti adil dan tidak perlu dibantah  lagi!</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dengan  keyakinan seperti ini mereka pada hakekatnya telah menetapkan sifat &#8216;Isham (suci  dari kesalahan) kepada selain Rasulullah saw dan juga berarti telah mewajibkan  ketaatan kepada selain Allah dan Rasul-Nya, yang mana keyakinan demikian tentu  bertolak belakang dengan apa yang telah diputuskan oleh hukum-</font><font face="Arial Unicode MS" size="2">hukum yang sudah jelas (muhkamat) di dalam  al-Quranul Karim, dan penjelasan-penjelasan hadits yang mulia.</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Kemudian  Ibnu Taimiyah seperti dikutip Dr Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa tidak ada  yang suci dari kesalahan (Ishmah) selain Al-Quran dan As-Sunnah. Penjelasannya  sebagai berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Di antara  kewajiban yang mesti kami putuskan di sini dengan sejelas-jelasnya dan  seyakin-yakinnya, yang tidak tercampuri oleh keraguan adalah: Bahwasanya tidak  ada yang suci dari kesalahan (&#8216;ishmah) selain sesuatu yang telah Allah dan  Rasul-Nya tetapkan. Dan setiap orang setelah itu perkataannya (pendapatnya) bisa  diambil (diterima) dan bisa ditolak. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan  kepada kita untuk merujuk kepada kitab-Nya dan sunnah nabi-Nya dalam rangka  mengetahui hukum-hukum syari&#8217;at-Nya. Allah swt berfirman:</font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#000080" face="Arial Unicode MS" size="2">&#8220;Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu  mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.&#8221; <strong>(QS 7:3).</strong></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Allah  berfirman: <font color="#000080">&#8220;Katakanlah&#8221; &#8216;Taatlah kepada Allah dan taatlah  kepada Rasul&#8230;&#8221; <strong>(QS 24:54).   </strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Allah  berfirman: <font color="#000080">&#8220;Dan jika kamu taat kepadanya (Rasul), niscaya  kamu pasti akan mendapat petunjuk&#8230;&#8221; <strong>(QS 24:54).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Allah  berfirman: <font color="#000080">&#8220;Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah  dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.&#8221; <strong>(QS  59:7).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Allah  berfrman: <font color="#000080">&#8220;Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi  perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.&#8221; <strong>(QS  24:63).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Dan Allah  berfirman: <font color="#000080">&#8220;Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang  sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul-Nya  (Sunnah­nya).&#8221;<strong> (QS 4:59).</strong></font></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=133&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/10/kasyf-khurafat-dari-shufi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIMBOL-SIMBOL SHUFI</title>
		<link>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/09/simbol-simbol-shufi/</link>
		<comments>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/09/simbol-simbol-shufi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 23:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moslemmelayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/09/simbol-simbol-shufi/</guid>
		<description><![CDATA[Shufi memiliki lambang-lambang atau simbol-simbol di antara­nya: 1. Lambang dalam ibadah-ibadah: Orang-orang sufi mempercayai bahwa shalat, puasa, haji, dan zakat itu ibadah orang awam. Adapun mereka (orang sufi) maka menamakan diri mereka sebagai orang khas (khusus) atau khashatul khasah/ khawasus khawas (paling khusus). Oleh karena itu mereka memiliki ibadah-ibadah khusus. (Al-Fikrus Shufi, hal 61). Setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=132&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Shufi memiliki  lambang-lambang atau simbol-simbol  di  antara­nya:</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="4">1. Lambang dalam  ibadah-ibadah:</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Orang-orang  sufi  mempercayai bahwa shalat, puasa,  haji,  dan zakat  itu  ibadah orang awam.  Adapun mereka  (orang  sufi)  maka menamakan diri mereka sebagai orang khas  (khusus) atau khashatul khasah/  khawasus khawas (paling khusus). Oleh karena  itu  mereka memiliki  ibadah-ibadah khusus. (Al-Fikrus Shufi, hal   61).</font><span id="more-132"></span></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Setiap  kaum sufi  membuat syari&#8217;at ibadah khusus untuk  mereka seperti  dzikir-dzikir  khusus  dengan  gerakan-gerakan  tertentu, berkhalwat  (menyepi)  dan punya aturan  khusus  tentang  makanan-makanan.  Mereka  juga punya aturan khusus tentang   pakaian,  dan halaqah (lingkaran pertemuan) khusus.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Di dalam Islam, ibadah  itu untuk menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dan membersihkan masyarakat. Tetapi   di  dalam  tasawwuf, ibadah  itu tujuannya untuk mengikatkan hati kepada  Allah   untuk menjumpaiNya secara langsung menurut pengakuan mereka, dan bersa­tu   (meleburkan diri/fana&#8217;) dengan Allah, mengambil  yang  gaib dari  Rasul  dan  berkelakuan dengan akhlaq Allah, sehingga sufi mengatakan  kepada sesuatu, &#8220;kun  fa yakuun&#8221; (jadilah maka  jadi), dan mengawasi rahasia-rahasia makhluk, melihat  segala  kekuasaan, dan mengelola/ merubah alam.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Tasawwuf  tidak  memperdulikan perbedaan syari&#8217;at bikinan  sufi dengan  kenyataan syari&#8217;at Islam  yang dibawa Nabi  Muhammad  saw. Maka  narkotika, khamr (minuman keras), dan  campur  aduk  (ikhtilath) antara perempuan dengan lelaki dalam acara-acara  maulid dan halaqah-halaqah (lingkaran pertemuan) dzikir, semua </font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">(pelanggaran)nya itu  tidak diperdulikan, karena wali sufi mempun­yai syari&#8217;at tersendiri yang  dijumpai dari Allah secara langsung. Maka  tidak diperdulikan, cocok atau tidak  dengan syari&#8217;at  Rasul Muhammad  saw. karena masing-masing mempunyai syari&#8217;at.   Syari&#8217;at Muhammad  saw,  menurut sufi, hanyalah untuk orang  awam,  sedang  syari&#8217;at  syeikh  sufi untuk orang  khawash/  khusus. (Al-Fikrus shufi, hal  61).</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="4">2. Tentang halal dan  haram   </font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Demikian pula dalam  urusan halal dan haram. Pengikut wihdatil wujud (manunggaling kawula gusti/  Tuhan bersatu dengan alam  atau diri  manusia, suatu kepercayaan tasawwuf yang  telah sampai pada kemusyrikan)  dalam sufisme menganggap tidak ada sesuatupun   yang diharamkan  bagi mereka, karena segala sesuatu itu  adalah  wujud yang  satu. Oleh karena itu di antara mereka ada yang jadi pezina, dan  pehomo  seks,   dan ada  yang  &#8216;mendatangi&#8217;  keledai  terang-terangan siang hari. Dan di antara  mereka ada  yang  mempercayai bahwa Allah telah menggugurkan beban-beban hukum  terhadap  mereka dan  Allah  menghalalkan kepada orang-orang  sufi  hal-hal   yang diharamkan untuk orang lain. (Al-Fikrus Shufi, hal 62).</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="4">3. Dalam pemerintahan,  kekuasaan, dan politik</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="2">Adapun dalam hal  pemerintahan, kekuasaan, dan politik, maka manhaj  (jalan  yang ditempuh) sufi   adalah  meniadakan  bolehnya melawan keburukan dan melawan kekuasaan-kekuasaan.  Karena  Allah, menurut tuduhan mereka, menegakkan hamba-hamba dalam hal yang Dia  kehendaki.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial Unicode MS" size="4">4. Dalam  pendidikan</font></p>
<p><span style="font-family:Arial Unicode MS;"><font size="2">Barangkali yang  paling berbahaya dalam syari&#8217;at sufi  ialah manhaj  mereka  (jalan yang mereka  tempuh) dalam  pendidikan,  di mana  mereka membujuk akal manusia, dan melenakan  akal.  Hal  itu dengan memasukkan akal mereka ke dalam metode evolusi  (bertahap), dimulai  dengan menjinakkan, kemudian menakuti  dan mengagungkan  ajaran  tasawwuf  dan  tokoh-tokohnya,  kemudian  dengan membuat kerancuan  pemahaman (talbis/ pencampuradukan dan pemutar  balikan yang  haq  dengan yang  batil) atas  pribadi  seseorang,  kemudian dengan mengarahkan ke ilmu-ilmu  tasawwuf  sedikit-demi  sedikit, kemudian dengan mengikatkan pada tarekat, dan  menutup semua jalan untuk keluar setelah itu. (Al-Fikrus Shufi, hal  62).</font></span></p>
<p><strong>sumber artikel; Tasawuf Belitan Iblis, Hartono Ahmad Jaiz</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moslemmelayu.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moslemmelayu.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moslemmelayu.wordpress.com&amp;blog=839524&amp;post=132&amp;subd=moslemmelayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moslemmelayu.wordpress.com/2007/08/09/simbol-simbol-shufi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/256ce9f79f061c763c6d3f9bdaa1a3d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Mas&#039;ud</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
